Mikrotik Academy

DETIK-DETIK PELUNCURAN MIKROTIK ACADEMY DI SMK NEGERI 1 DUKUHTURI
Dukuhturi (25/5), Senior Network Enginering sekaligus Direktur Utama PT. INTEGRASI DATA NUSANTARA (IDN), Dedi Gunawan menyatakan bahwa guru paket keahlian TKJ harus memiliki kemampuan konfigurasi perangkat lunak jaringan, selain menguasai 
perangkat keras. Untuk itu diadakan Training Networking  Kelas Mikrotik Academy di kediamannya, Cileungsi-Bogor tanggal 12-20 April 2016. MikroTik Akademy merupakan sebuah Lembaga pendidikan  yang nantinya bisa menerbitkan sertifikat keahlian di bidang mikroTik yang bersertifikat  internasional. Untuk dapat mengikuti kegiatan ini,Sigit Nugroho, pengampu TKJ di SMK Negeri 1 Dukuhturi menyatakan bahwa seluruh peserta minimal harus mengetahui tentang mikroTik terlebih dahulu. ini, .“Kemarin ketika training, saya mengikuti ujian dengan dua tahap dan alhamdulillah saya bisa mendapatkan skor di atas passing grade. Sehingga saya siap dan mendukung rencana SMK Negeri 1 Dukuhturi membuka kelas MikroTik Academy.” Ungkap Sigit Nugroho dengan penuh semangat.
Terdapat dua seleksi dalam mengikuti training ini,yaitu (1) ujian MTCNA (mikroTik Certified Network Associate); dan (2) ujian MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer) dengan passing grade masing-masing 75. Jika Peserta Ujian sudah melampaui passing grade, maka sekolah tersebut dinyatakan layak untuk membuka kelas mikroTik Academy dan dapat mengantongi sertifikat internasional bagi lulusannya.Selain mendapatkan sertifikat berlisensi internasional, menurut Sigit Nugroho sekolah juga mendapatkan bantuan 20 unit perangkat mikroTik Routerboard dari perusahaan MikroTik. Seiring dengan deru aktivitas MEA di bidang industry, maka SMK negeri 1 Dukuhturi berencana membuka kelas mikroTik Academy pada awal tahun ajaran baru 2016/2017. SMK negeri 1 Dukuhturi berencana membuka kelas mikroTik Academy pada awal tahun ajaran baru 2016/2017.
Tujuan pembukaan kelas mikroTik Academy adalah mencetak lulusan jurusan TKJ lulusan jurusan TKJ  yang memiliki keahlian mikroTik bertaraf Internasional. Karena orang pintar tapi tidak berlisensi banyak, tetapi yang pintar dan berlisensi hanya sekelumit, tandas Sigit Nugroho mengakhiri perbincangan. Harapan besar dari pembukaan kelas ini adalah siswa TKJ dapat bersaing secara kompeten di tingkat global dan dipertimbangkan diterima bekerja diindustry nasional maupun internasional .Tentu saja ini menjadi tanggungjawab moral dan sosial bagi pengampu paket keahlian TKJ di SMK Negeri 1 Dukuhturi untuk bersama-sama menjadi penyemangat siswa dalam mempelajari konfigurasi perangkat lunak jaringan dalam mempersiapkantenaga ahli bidang mikroTik. (Ka Malidaf)